Pentingnya Wawasan Pengajaran TOEIC, P2B UINSA Ikutkan Dosen IBI dalam Propell Teacher Workshop For The TOEIC Test di UM Surabaya

 

 

Aris doc/ Peserta Propell Teacher Workshop for the TOEIC Test di UM Surabaya 

P2B UINSA News, Jum’at 11/01/2019;  Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengikutsertakan 17 dosen baru program P2KBA bahasa Inggris UINSA dalam Propell Teacher Workshop for the TOEIC Test yang dilaksanakan oleh kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya pada Rabu-Kamis, 9-10 Januari 2018 di Lt.13 gedung At-Tauhid UM Surabaya. Tidak hanya peserta dari UINSA Surabaya, workshop tersebut juga dihadiri oleh beberapa peserta dari institusi lain seperti Yogyakarta, Mataram, Aceh, dan Gresik.

P2B UINSA, mulai tahun ajaran 2018/2019, menggunakan TOEIC sebagai acuan dalam mengukur kemampuan  berbahasa Inggris mahasiswa UINSA dan menerapkan pembelajaran English Discoveries (ED) sebagai jembatan utuk belajar bahasa Inggris dalam berkomunikasi dan belajar soal-soal TOEIC. Sehingga para dosen yang telah mengikuti workshop tersebut diharapkan dapat memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa UINSA nantinya.  

Aris Bahari Rizki, M.A., peserta workshop, menilai bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan yang baru tentang pengajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa milenial saat ini. “Pelatihan ini memberikan saya wawasan yang baru sebagai pengajar bahasa Inggris, yakni bagaimana mengajar skill komunikasi kepada para milenial yang mana memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sangatlah penting di abad 21 ini”, tutur dosen UINSA tersebut.

TOEIC merupakan tes proficiency berbahasa Inggris dengan standar internasional yang telah diakui secara global di dunia kerja, baik di bidang akademisi maupun komersil. Sebagai pengajar Bahasa Inggris yang profesional, semua dosen Intensif Bahasa Inggris (IBI) UINSA wajib memiliki sertifikat TOEIC sebagai bukti yang valid dan akurat dalam hal kemampuan berbahasa Inggris mereka. Dengan memiliki sertifikat TOEIC, kecakapan dan kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris bisa disandingkan dan dibandingkan dengan para pengajar lainnya baik di tingkat lokal maupun global.

Raudlotul Jannah, M.App.Ling., Koordinator Program P2KBA Bahasa Inggris di UINSA, menyampaikan bahwa semua dosen IBI UINSA wajib mempunyai sertifikat TOEIC resmi dan harus mengikuti workshop Propell TOEIC sebagai upaya agar dapat memahami dengan baik terkait apa yang harus mereka terapkan nantinya pada mahasiswa. “Semua dosen IBI wajib mempunyai sertifikat TOEIC resmi dari ITC dan harus mengikuti workshop propell TOEIC karena mereka akan mengajar TOEIC di dalam kelasnya nanti”. Ujar dosen Fakultas Adab dan Humaniora UINSA itu.


Program workshop yang sama sebenarnya telah diadakan oleh P2B UINSA sebagai salah satu program kerjasama dengan PT EWA dalam mendukung proses pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di UINSA. “Semua dosen IBI UINSA sudah mengikuti Propell Teacher Workshop for the TOEIC Test di UINSA dan sudah memiliki sertifikat TOEIC resmi dari ITC. Ini Cuma ada beberapa dosen baru yang belum ikut, sehingga saya ikutkan yang di UM Surabaya”, Tegas Raudloh.   

Selain itu, dosen IBI UINSA juga diharapkan agar selalu update dengan perkembangan pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris di era milenial ini. Oleh karena itu keikutsertaan mereka dalam kegiatan-kegiatan workshop, terutama workshop propell TOEIC ini menjadi hal yang sangat penting bagi mereka agar dapat memberi energi, menambah wawasan baru dan meningkatkan profesionalisme mereka dalam pengajaran bahasa Inggris yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan. (R.A. Anda)  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *